Langsung ke konten utama

PESANTREN DALAM TUBUH

www.deftutorial.com
Jika sel-sel pertahanan tubuh ini tidak lulus, mereka akan terkena eliminasi melalui mekanisme apoptosis. Sebuah mekanisme yang memprogram sel untuk mati secara terhormat.

Pernahkan berpikir bagaimana sistem pertahanan tubuh bekerja? Dalam tubuh manusia terdapat sebuah organ bernama kelenjar timus yang terletak di rongga dada sebelah depan. Kelenjar timus berfungsi sebagai pesantren bagi sel-sel sistem pertahanan tubuh (sel limfosit T) agar mampu menjaga tubuh dari kehadiran unsur-unsur asing yang membahayakan.

Sebelum menjadi pekerja profesional, sel-sel limfosit T ini harus melalui empat tahap pembelajaran. Ketika masih bayi ia dikirim dari sumsum tulang (bon marrow) untuk belajar di pesantren timus, dengan tiga tahapan. Dengan bantuan seorang guru yang bernama sel dendritik, ia diperkenalkan dengan ciri dan tanda-tanda sel teman (tahap 1). Bila ia berhasil lulus dalam proses pengenalan dan identifikasi “teman sendiri” (tahap 2), ia akan dikirim untuk belajar di seluruh tubuh, semacam kerja praktik (tahap 3). Kampus induk mereka saat kerja praktik adalah sel-sel kubah yang berada di jaringan limfoid usus (palques peyeri). Mekanisme ini disebut homing (tahap 4).

Jika sel-sel pertahanan tubuh ini tidak lulus, mereka akan terkena eliminasi melalui mekanisme apoptosis. Sebuah mekanisme yang memprogram sebuah sel untuk mati secara terhormat. Mengapa? Karena sel tersebut gagal menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Agar tetap bermanfaat dan tidak ada yang sia-sia dalam proses penciptaan, seluruh elemen dari sel yang gagal tersebut didistribusikan secara merata kepada sel-sel lain yang lebih membutuhkan. Sebuah konsep indah tentang distribusi potensi, kontribusi, dan partisipasi dunia akhirat.

Melalui proses rekrutmen seperti ini, sistem kekebalan tubuh manusia dapat menjalankan tugas secara profesional. Oleh karena itu, walau jutaan bakteri dan virus datang silih berganti, mereka mampu mengenali serta mengatasinya.
Sumber:

Buku: “Ajaib bin Aneh : Jadi Insan Segala Tahu”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi VLAN menggunakan Switch dan Router pada Packet Tracer

Masuk ke aplikasi Paket Tracer. Ikuti langkah-langkah berikut ini!  Konfigurasi IP Address Konfigurasi IP Address pada PC0 (klik PC0>Desktop>IP Configuration) Konfigurasi IP Address pada PC1 (klik PC1>Desktop>IP Configuration) Konfigurasi IP Address pada PC2(klik PC2>Desktop>IP Configuration) Konfigurasi IP Address pada PC3 (klik PC3>Desktop>IP Configuration) Konfigurasi pada Switch. Klik switch, pilih tab CLI. Tuliskan perintah berikut : Switch>enable Switch#vlan database Switch(vlan)#vlan 10 name A Switch(vlan)#vlan 20 name B Switch(vlan)#exit Switch#configure terminal Switch(config)#interface fastethernet 0/2 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 10 Switch(config-if)#interface fastethernet 0/3 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 10 Switch(config-if)#interface fastethernet 0/4 Switch(config-if)#switchport mode a...

COMPACT DISK SEMESTA

Jika kita mampu membuat compact disk atau hard disk sebagai media penyimpanan data, tentunya alam semesta pun memiliki mekanisme serta kapasitas yang sama. Beberapa waktu lalu, Dr. Masaru Emoto sempat “menggegerkan” dunia lewat penemuannya. Bersama Kazuya Ishibashi, pria asal Jepang ini berhasil mengidentifikasi kemampuan air yang dapat merespons serta merekam informasi dari sekitarnya, termasuk informasi yang disampaikan manusia. Air akan tampak “bahagia” jika diinformasikan hal-hal positif, sehingga struktur air pun akan membentuk Kristal-kristal air yang sangat indah. Tapi, air akan tampak “sedih” jika diinformasikan hal-hal negative, seperti cacian, kata-kata kasar, music heavy metal, dsb. Struktur air pun akan menjadi rusak dan tidak beraturan. Simpulannya, air memiliki kecerdasan. Pertanyaanya, jika air mampu merespons serta merekam informasi, bagaimana dengan unsur-unsur lain di alam? Apakah mereka pun memiliki kecerdasan untuk melakukan hal serupa. Jawabannya, ya! Tidak...

DUNIA KASAT MATA

Kita melihat sebuah kenyataan bahwa keberadaan Allah SWT yang absolut bisa dibuktikan dengan dua neutron yang ditabrakan sehingga bisa memasuki dimensi yang tidak bisa terlihat. Sampai tahun 1900-an, manusia masih beranggapan bahwa atom adalah materi terkecil yang ada di alam semesta ini. Atom dianggap tunggal dan tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Wajar, jika atom dianggap sebagai materi terkecil, sebab ukurannya demikian kecil, yaitu sekitar 10 pangkat minus 10 atau 0,00000000001 meter. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemahaman ini berubah drastis. Diketahui bahwa atom tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi, berupa inti atom (nucleus) yang diputari oleh “planet-planet” bernama elektron. Inti atom berukuran sekitar 10 pangkat minus 14 atau 0,00000000000001 meter. Hal yang menarik, tata kerja partikel-partikel ini mirip dengan sistem tata surya kita. Mahasuci Allah, ternyata inti atom pun tidak dapat berdiri se...